Webber: Ban & Pit-Stop Pegang Peranan Krusial


VIVAnews - Pembalap Red Bull Racing, Mark Webber menyebut balapan yang di Monte Carlo sangat menarik. Ban dan perubahan cuaca menjadikan pengalaman baru di sirkuit legendaris ini.

Di seri enam ini, driver veteran Red Bull itu mengakhir lomba di podium pertama. Indikasi Webber bisa merebut kemenangan telah terlihat di sepanjang lomba.

Mengawali balapan di posisi pertama, Webber tampil konsisten untuk tetap memimpin balapan hingga balapan usai. "Saya merasa luar biasa. Itu balapan yang sangat menarik," kata Webber dikutip dari Autosport.

Dia mengisahkan, jalannya lomba sudah sesuai rencana saat menggunakan ban super-soft. Namun situasi mulai berubah saat gerimis turun membasahi sirkuit. Perjudian besar strategi pit-stop dilakukan Red Bull. Webber memasuki pit di lap 29 di saat sebagaian besar pembalap baru melakukan pit-stop di lap 30.

Kondisi ini membuat pembalap Mercedes GP, Nico Rosberg bisa memberikan tekanan sengit dengan ban baru yang digunakannya.

"Sangat mudah di awal, mendapatkan selisih waktu dengan ban super-soft dan hanya bertarung dengan Rosberg. Selisih waktu kami sangat sedikit. Jadi kami selalu mencoba untuk mendapatkan jarak yang wajar jelang akhir lomba," sambung Webber.

"Cuaca mulai mengancam disekitar kami untuk melakukan pit-stop. Kami tidak tahu, apakah kami bisa bertahan lebih lama dan memakai satu set ban intermediate. Nico mulai melemah. Jadi beberapa orang bereaksi mengambil langkah strategis," urai Webber.

Namun setelah kondisi trek mulai mengering, Webber merasa menjalani balapan yang sulit. "Tahapan selanjutnya sangat sulit. Terutama untuk memanaskan ban soft. (Sebastian) Vettel berhasil mendapatkannya. Namun, dia tidak bisa memaksimalkannya dan dia kembali ke strateginya semula."

"Saya pikir itu akan menarik dan tidak mungkin Vettel mendapat keajaiban selama 20 detik, sehingga dia bisa melakukan stop dan meraih kemenangan. Namun itu bukan rencananya," Webber menambahkan.

0 Comments and Thoughs for "Webber: Ban & Pit-Stop Pegang Peranan Krusial"